Arsip Kategori: Kesehatan

5 Rekomendasi Menu Sarapan Sehat, Kamu Sudah Pernah Coba?

Haber Wp – Sarapan bergizi dinilai terbaik untuk kesehatan yang optimal. Mulai dari meningkatkan energi hingga meningkatkan sistem imun tubuh.

Tubuh tidak makan selama 7-8 jam pada waktu tidur, maka untuk ‘berbuka puasa’ dengan makanan pertama yang masuk ke dalam tubuh disarankan untuk memilih yang kandungan nutrisinya terbaik.

Dikutip dari Pink Villa, berikut daftar pilihan menu sarapan sehat yang direkomendasikan untuk dicoba, terutama bagi Anda yang akan berjuang dengan diet.

1. Gambar Oatmeal Vegetarian (Pexels)

Oat kaya akan serat, vitamin B1, protein, dan banyak mineral penting, termasuk mangan, yang baik untuk tubuh. Untuk menjadikan makanan lezat ini lebih sehat, cobalah memotong beberapa sayuran dan menambahkannya ke dalam semangkuk oatmeal. Ini adalah salah satu cara terbaik untuk mendapatkan manfaat maksimal dari oatmeal. Jangan lupa taburkan bumbu kesukaan Anda untuk menambah cita rasa masakannya.

2. Kecambah gram dan moong

Kecambah moong dan gram hampir bebas kalori dan merupakan pilihan yang tepat untuk meningkatkan asupan nutrisi Anda saat sarapan. Makanan pokok yang luar biasa ini sangat bagus untuk menurunkan berat badan, tinggi protein dan serat yang membantu memperkuat otot tetapi juga dapat meningkatkan energi.

3. Telur rebus Gambar telur rebus (Pixabay)

Telur merupakan sumber penting protein berkualitas tinggi. Telur mengandung 9 asam amino beserta nutrisi penting lainnya termasuk zat besi, fosfor, selenium dan vitamin A, B12, B2 dan B5. Tidak hanya mudah disiapkan, tetapi juga dapat disajikan dengan berbagai cara untuk memperkaya kesehatan Anda.

4. Smoothie buah

Smoothie tanpa filter bagus untuk kesehatan. Minuman ini sangat menghidrasi, bergizi dan lezat. Selain itu, dapat disiapkan dalam beberapa menit, namun dapat memberikan efek mengenyangkan dalam jangka waktu yang lebih lama. Pilih buah atau sayuran musiman, campur tanpa gula dan nikmati kebaikannya.

5. Puding biji chia

Kaya serat, makanan super ini meningkatkan rasa kenyang sekaligus meringankan masalah pencernaan. Mengonsumsi biji-bijian kecil ini dengan makanan kaya protein semakin meningkatkan profil nutrisinya. Puding biji chia adalah cara yang mudah dan enak untuk menyantap makanan pokok. Jangan lupa tambahkan buah segar.

Marshanda Sukses Pangkas BB 9 Kg, Before Vs Afternya Bikin Pangling

Jakarta –

Aktris Marshanda belakangan menjadi sorotan terkait dietnya sejak Juni 2023. Saat itu berat badannya mencapai 76 kg.

Ia mengaku pesimis bisa mencapai berat badan ideal, namun usahanya tidak membuahkan hasil. Setelah tiga bulan lebih, berat badannya kini 67 kg.

Perubahan koleksi BB terlihat jelas pada penampilan Marshanda saat ini dibandingkan beberapa waktu lalu. Resepnya, selain diet, ia rutin berolahraga.

Marshanda memilih katering makanan sehat untuk membantu dietnya. Sedangkan untuk olahraga, ada beberapa jenis yang bisa dipilih, mulai dari gym hingga yoga.

“Kali ini suka banget ke gym, jaga kesehatan,” ujarnya di akun Instagram pribadinya @marshanda99, dilihat detikcom, Jumat (09/02/2024).

Apakah lebih efektif menjaga pola makan atau berolahraga untuk menurunkan berat badan?

Menurut Colleen Alrutz, direktur kesehatan dan kebugaran di Piedmont Newnan, dalam hal penurunan berat badan, pola makan atau pemeliharaan memainkan peran terbesar, tepatnya 70 persen. Untuk hasil penurunan berat badan yang lebih cepat, Anda bisa menggabungkan 30 persen sisanya dengan aktivitas fisik rutin.

“Diet terbaik adalah yang menghitung kalori, tapi tidak berlebihan,” ujarnya.

“Pikirkan kualitas daripada kuantitas. Selain itu, sayur-sayuran dan buah-buahan segar harus selalu berada di urutan teratas daftar makanan untuk dimakan.” Tonton video “Fakta atau Mitos: Olah Raga Setiap Hari Agar Cepat Menurunkan Berat Badan” (naf/naf)

Salah Kaprah Body Positivity, Ketika Obesitas Dianggap ‘Selflove’

Haber Wp, JAKARTA — Selama beberapa dekade terakhir, gerakan body positif semakin berkembang. Positivisme tubuh mendorong masyarakat untuk mencintai diri sendiri dan bentuk tubuh apa adanya, serta tidak mengandalkan anggapan bahwa tubuh kurus itu ideal.

Namun, sikap positif terhadap tubuh bisa menipu. Apalagi bagi orang-orang berukuran plus yang menganut prinsip anti diet dan ngotot tidak ingin mencapai berat badan sehat atas nama cinta diri. Selain itu, obesitas telah menjadi masalah global.

Pelatih pribadi asal Inggris James Smith setuju dengan gagasan body positivity, bahwa setiap orang memiliki bentuk tubuh yang berbeda dan harus menerima tubuh alaminya apa adanya. Hal ini juga berlaku bagi semua orang yang memiliki bentuk tubuh yang sama.

Namun, Smith juga membahas kemungkinan bahwa kepositifan tubuh disalahpahami. “Kita tidak boleh berasumsi bahwa penyakit ini menyehatkan bagi orang yang mengalami obesitas, tidak peduli bagaimana perasaan mereka terhadap hal tersebut,” kata Smith.

Pasalnya, secara obyektif obesitas bukanlah suatu hal yang sehat. Kita sebagai masyarakat tidak boleh mempermalukan orang tersebut, tetapi kita juga tidak boleh membuat orang tersebut berpikir bahwa kondisi kehidupannya normal dan baik.

Penulis buku Fattily Ever After, Stephanie Yeboah, mengatakan inti dari gerakan body positivity dan penerimaan lemak adalah perbincangan seputar rasa hormat dan penerimaan. Yeboah adalah pendukung gerakan cinta diri. Ia yakin banyak orang bertubuh besar yang takut berolahraga di depan umum karena merasa malu.

“Saya rasa kebanyakan orang cenderung menyamarkan fatphobia sebagai masalah kesehatan,” kata Yeboah, dikutip laman Business Insider, Senin (2/5/2024).

Bisakah seseorang menjadi gemuk dan sehat pada saat bersamaan? Faktanya, meta-analisis dari 72 penelitian menyimpulkan bahwa timbunan lemak perut berhubungan dengan risiko kematian yang lebih tinggi. Obesitas juga dikaitkan dengan rendahnya kualitas hidup terkait kesehatan.

Dokter pengobatan kardio-metabolik Amerika, Spencer Nadolsky, mengatakan bahwa seseorang sehat secara metabolik jika tidak memiliki unsur “sindrom metabolik”. Nadolsky berspesialisasi dalam obesitas dan lipidologi.

Tidak ada komponen “sindrom metabolik” yang berarti kadar HDL atau kolesterol baik seimbang, tidak ada peningkatan trigliserida, tidak ada peningkatan lingkar pinggang, tidak ada peningkatan tekanan darah, dan tidak ada peningkatan kadar glukosa darah puasa. Namun, semua hal tersebut bukanlah hal yang mudah bagi penderita obesitas.

“Secara umum, obesitas menempatkan seseorang pada risiko kesehatan yang lebih besar. Jika Anda mengalami obesitas dan bugar serta tidak memiliki penyakit metabolik, Anda mungkin masih berisiko lebih besar dibandingkan seseorang yang tidak obesitas dan bugar,” kata Nadolsky.

Penyebab obesitas sangat kompleks, melibatkan gaya hidup, genetika, kondisi medis, status sosial ekonomi, dan pendidikan. Hal-hal yang menyebabkan obesitas juga menimbulkan penyakit, bukan obesitas itu sendiri yang menyebabkan penyakit.

Menurut pelatih pribadi Luke Worthington, tidak pantas untuk tidak membicarakan penurunan berat badan sama sekali. Akan lebih baik bagi praktisi kesehatan untuk mengedukasi masyarakat tentang cara melakukan hal ini dengan aman dan sehat. Ia juga mengingatkan kita untuk membedakan antara “cinta diri” yang benar dan yang salah.

“Mencintai diri sendiri berarti menjaga diri tetap sehat, tidak membiarkan diri menjadi terlalu besar atau terlalu kurus hingga membahayakan kesehatan. Tidak menghadapi masalah yang ekstrim bukanlah mencintai diri sendiri, melainkan mengabaikan diri sendiri,” kata Worthington.

Berapa Lama Mata Merah yang Dialami Korban Tragedi Kanjuruhan Bisa Hilang?

Haber Wp – Beberapa penyintas bencana Conjurohan di Malang masih mengalami mata merah beberapa hari setelah kejadian. Dari gambar yang beredar di media sosial, korban tampak mengalami mata merah pada bagian sklera atau bagian putih mata.

Dokter Spesialis Mata Prof. Dr. Nila F Moeloek menjelaskan, permasalahan tersebut bisa jadi disebabkan oleh bahan kimia akibat ledakan gas air mata yang ditembakkan polisi di Stadion Conjurohan, Malang.

“Bisa juga mengiritasi. Kalau darahnya merah banget ya merah. Tapi kalau merah itu seperti ada reaksi alergi, bisa juga reaksi alerginya,” kata Menkes saat ditemui di sela-sela acara. periode 2014-2019. Suporter Arema FC (Aremania), Kevia Naswa Ainur Rohma, memperlihatkan mata merahnya menjadi salah satu korban luka dalam kecelakaan Kanjuruhan di Kedungkandang, Malang, Jawa Timur, Rabu (12/10/2022). [Gambar Antara/Ari Bowo Sucipto/wsj].

Ia menjelaskan, mata merah merupakan cara tubuh melindungi diri dari bahan kimia yang masuk. Pembuluh darah di mata mencegah bahan kimia dari gas air mata masuk ke mata.

Meski begitu, Profesor Nila menekankan kecil kemungkinan kondisi tersebut akan menyebabkan mata terkena katarak.

“Kalau dicuci lebih awal tidak akan menyebabkan katarak,” ujarnya.

Agar skleranya bersih dan normal, menurut profesor. Nila, ini bisa berbeda pada setiap orang.

Tergantung. Pengalaman tiap orang bisa berbeda-beda, kata sang profesor. Nila.

Pertama, dokter mata JEC Kedoya Dr. Florence Meilani Manurung, SpM., mengatakan munculnya mata merah bisa hilang dengan sendirinya, asalkan penglihatan tidak mengalami gangguan.

Kondisi ini bisa terjadi karena pembuluh darah kecil pecah sehingga menyebabkan mata merah atau bahkan menyebabkan pendarahan subkonjungtiva.

Kemerahan itu karena pecahnya pembuluh darah kecil. Bisa karena ada yang tergesek, atau karena luka serius. Selama tidak terasa atau sakit, mata merah (darah subkonjungtiva) akan hilang. sendiri,” jelasnya. Dokter Florence dihubungi Haber Wp, Minggu (9/10/2022).

Ia mengingatkan, jika mata merah mulai terasa perih dan penglihatan tidak jelas, sebaiknya segera temui dokter untuk dilakukan pemeriksaan.

Anda Sering Mengupil? Hati-Hati, Kebiasaan Itu Tingkatkan Risiko Demensia

Haber Wp, JAKARTA – Mengupil merupakan hal yang dilakukan setiap orang. Namun, mengupil secara rutin berpotensi meningkatkan risiko penyakit Alzheimer.

Mengungkit hidung secara sadar juga disebut rhinotillexomania. Menurut penelitian yang dilakukan sekelompok peneliti Australia, kebiasaan sering mengupil dapat memudahkan bakteri masuk ke hidung dari tangan. Bakteri ini dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius di kemudian hari, termasuk penyakit Alzheimer.

Tim peneliti mengungkapkan bahwa jamur, bakteri, atau virus yang masuk ke hidung setelah mengupil bisa “berjalan” ke otak. Di otak, bakteri tersebut dapat menyebabkan peradangan dan meningkatkan risiko demensia seperti penyakit Alzheimer.

Peningkatan ini mungkin terjadi karena beta amiloid mungkin diproduksi sebagai bagian dari mekanisme perlindungan otak ketika terjadi peradangan. Beta amiloid ini dapat menumpuk dan mempengaruhi sel-sel otak yang sehat.

“Peradangan neurologis pada penyakit Alzheimer mungkin disebabkan sebagian oleh virus, bakteri, dan jamur patogen yang masuk ke otak melalui hidung dan sistem penciuman,” kata tim peneliti di University of Western Sydney, seperti dilansir Express, Rabu ( Dilaporkan pada 7/2 /). 2024).

Untuk menghindari risiko tersebut, tim peneliti menyarankan masyarakat untuk rutin mencuci tangan dengan sabun dan air atau disinfektan. Penting juga untuk memperhatikan menjaga kebersihan tangan saat membuang ingus.

“Meningkatkan kebersihan tangan mungkin merupakan cara termudah untuk mencegahnya,” kata tim peneliti.

Penyakit Alzheimer adalah bentuk demensia yang paling umum. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan, sekitar 60-70 persen penderita demensia adalah penyakit Alzheimer.

“Demensia saat ini menduduki peringkat ketujuh penyebab kematian dan salah satu penyebab utama kecacatan dan ketergantungan pada lansia di dunia,” kata WHO.

CISDI Sayangkan Isu Kesehatan di Debat Capres Terakhir Belum Menyentuh Akar Permasalahan

Haber Wp, Jakarta – Penyebab permasalahan tersebut diyakini tak tersinggung saat membahas isu kesehatan pada debat calon presiden terakhir pada Minggu, 4 Februari 2024. Hal tersebut diungkapkan pendiri sekaligus Dirjen Center for Indonesia. Inisiatif Pengembangan Strategis (CISDI), Diah Satyani Saminarsih.

Apa yang dibicarakan dalam debat capres hanya di permukaan dan tidak menyentuh inti persoalan strategis, kata Diah dalam keterangan yang diperoleh Health Haber Wp, Jumat, 8 Februari 2024.

Seperti diketahui, Presiden malam itu membahas permasalahan kesehatan seperti stunting, pelayanan kesehatan dasar, sumber daya manusia yang sehat, dan kelompok rentan. Atas perdebatan ini, CISDI menyayangkan penjelasan para calon presiden yang kurang mendalam. Tentu saja terdapat miskonsepsi atau miskonsepsi mengenai masalah kesehatan tertentu.

Ketiga calon mitra (paslon) tersebut dinilai selalu bersuara sama, tidak terkait dengan arah strategis pembangunan kesehatan seperti kebijakan keuangan, sistem kesehatan, dan manajemen kesehatan. Diah menambahkan, salah satu permasalahan mendesak yang belum dikaji secara mendalam adalah stunting.

Isu stunting pertama kali disinggung oleh Prabowo Subianto. Calon presiden nomor urut 02 dalam pernyataan visi dan misinya mengatakan, pemberian makanan bergizi dapat menjadi solusi pencegahan stunting. Stunting kembali dibahas dalam sesi tanya jawab antara Prabowo dengan calon presiden nomor urut 03, Ganjar Pranowo.

Diah mengatakan permasalahan kesehatan, khususnya stunting, tidak bisa diberantas dengan pemberian makanan dan minuman gratis. Penyebab lain terjadinya stunting adalah terkait dengan kesehatan dan kesejahteraan perempuan.

Beban ganda yang dihadapi perempuan, relasi kekuasaan yang tidak setara, bias gender, norma-norma sosial dan sistem yang tidak adil membuat perempuan sulit mengambil keputusan mengenai kesehatan mereka sendiri dan orang lain, serta anak-anak mereka. Faktor lainnya termasuk: Status sosial-ekonomi yang rendah Rumah dengan toilet yang tidak memadai Air minum yang buruk Tidak dapat diaksesnya layanan kesehatan di banyak daerah.

Menurut Diah, permasalahan gizi di Indonesia lebih luas dibandingkan stunting. Ini termasuk kelebihan berat badan atau obesitas, kurus dan kekurangan gizi. Masalah gizi tersebut erat kaitannya dengan faktor risiko, seperti mengonsumsi makanan atau minuman yang kaya akan gula, garam, lemak (GGL), dan produk tembakau. Perangkat cukai harus digunakan untuk meningkatkan dampak positif dari program yang mengubah kehidupan. Tentang masalah kesehatan manusia

Topik lain yang diangkat dalam debat terakhir adalah human capital (HRK). Dalam beberapa kesempatan, rekan-rekan calon membahas kekurangan dokter.

Calon 02 ingin menambah fakultas kedokteran, calon 01 setuju untuk memberikan beasiswa bagi dokter jika tujuannya untuk meningkatkan keterampilan. Saat ini, 03 calon berencana memiliki tenaga kesehatan di puskesmas di masing-masing negara. Rasio Dokter di Indonesia

Dari segi jumlah, jumlah dokter di Indonesia belum memenuhi rasio yang direkomendasikan WHO yaitu satu dokter per 1.000 penduduk. Pada tahun 2022, rasio dokter di Indonesia hanya 0,84 per 1.000 penduduk.

Selain itu, penerapan sembilan aspek SDMK pada pelayanan kesehatan primer masih terus berjalan. Puskesmas merupakan sembilan jenis sumber daya manusia yang ada di Indonesia mewakili 42,67 persen dari total 10.374 puskesmas pada tahun 2022.

Jumlah tersebut tidak jauh dari pencapaian target pemerintah sebesar 83 persen pada tahun 2024. Perlu adanya peningkatan jumlah dan kompetensi SDM selain dokter.

Diah menjelaskan, permasalahan kekurangan sumber daya manusia harus dilihat dari sisi masalah produksi dan distribusi.

Peningkatan jumlah guru besar dan beasiswa menunjukkan permasalahan operasional, sedangkan perbandingan HRK juga memerlukan solusi terkait distribusi.

Ketimpangan distribusi HRK erat kaitannya dengan belum adanya kebijakan yang menjamin perlunya HRK tetap berada pada lingkungan kerja yang layak.

Seperti kebijakan yang membahas keselamatan, rencana kompensasi yang adil, jalur karier, keamanan kerja, dan kepuasan kerja.

Tugas utama yang dilakukan SDMK juga terkait dengan penyediaan kondisi kerja yang memadai, dan penurunan kualitas pelayanan. Perpindahan pekerjaan (change of work) harus dilakukan dengan cepat agar pekerja manusia, tenaga kesehatan, dan tenaga medis tidak harus memikul beban yang berat. Penggunaan teknologi informasi harus didorong untuk mengurangi beban administratif.

Heboh PSS Sleman Ditipu Dokter Gadungan, IDI Beri Saran Biar Tak Jadi Korban

Jakarta –

Belakangan ini sedang heboh adanya dokter palsu atau ‘doctoroid’ yang menipu beberapa tim sepak bola tanah air. Bahkan, dokter gadungan itu juga pernah menangani timnas U-16 dan U-19.

Elwizan Aminudin alias Amin ditangkap Polres Sleman pada 24 Januari 2024 di Cibodas, Jawa Barat. Sebelumnya, Elwizan dilaporkan manajemen sepak bola PSS Sleman pada 2021 setelah terungkap sebagai dokter palsu dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) selama beberapa tahun.

Anggota Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Anggota Biro Hukum Pembinaan dan Pembinaan (BHP2A) Anggota Dr dr Gregorius Yoga Panji Asmara mengatakan ada beberapa cara untuk memastikan bahwa seseorang benar-benar seorang dokter. Pertama, pastikan orang tersebut memiliki ijazah pendidikan kedokteran, yang dapat diikuti dengan portofolio doktoral pada program pascasarjana atau spesialis, seperti ortopedi.

“Jadi ijazah saja tidak cukup karena hanya menunjukkan bahwa dia telah menyelesaikan studinya, tapi apakah dia juga terdaftar sebagai dokter? Itu adalah surat keterangan tertulis sebagai bukti yang diberikan kepada dokter atau tenaga kesehatan yang bersertifikat,” ujarnya. daring, Selasa (6/2/2024).

Punya STR saja tidak cukup, Dr. Gregorius mengingatkan, perpanjangan itu menegaskan orang tersebut juga memiliki Surat Izin Praktek (SIP). SIP merupakan tanda bahwa dokter dan tenaga kesehatan mempunyai keterampilan untuk melakukan praktik dan melayani masyarakat di rumah sakit seperti rumah sakit dan klinik rawat jalan.

“Ketika dokter yang memberikan pengobatan mengaku sebagai dokter, tentu dia tidak memberikan pengobatan,” ujarnya.

“Saat ini kita melihat ada beberapa tahapan yang bisa kita lalui agar masyarakat bisa menemukan dokter yang benar-benar dokter, siapa yang bukan dokter,” ujarnya.

KESIMPULAN: Kesehatan atlet tidak boleh dianggap remeh

(naf/ atas)